Di dalam Nirmana,
seseorang akan mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan seni
rupa dan desain pada level dasar seperti mempelajari garis, bidang,
bentuk dan gempal ( dimensi dan tebal ). Pada nirmana dwi matra biasa
kita akan mempelajari bagaimana nirmana dibentuk sesuai dengan tata rupa
yang pastinya mempunyai kaidah dan prinsip seni rupa.
Untuk mendapatkan nirmana dwi matra
biasanya dimulai dari pembuatan objek dasar seperti persegi, lingkaran,
segitiga, segi lima, segi enam dan bentuk dasar lainnya. Bentuk dasar
tersebut kemudian ditata dan disusun sedemikian rupa sehingga membentuk
sebuah pola. Pola dan bentuk dari nirmana dwimatra
biasanya disusun dengan cara memutar objek dua dimensi ( rotate ),
memiringkan objek ( skew ), menduplikasi objek ( duplicate ), merubah
ukuran ( transform ), membalik objek dwimatra ( mirror ), dan atau
langkah kombinasi dari kesemuanya.
Cara-cara nirmana dwimatra juga bisa dilakukan pada objek trimatra atau objek tiga dimensi. Hanya saja berbeda pada bidang dan objeknya saja.
Contoh nirmana dwimatra adalah sebagai berikut :
Lantas, sebenarnya apa yang membuat
nirmana menjadi menarik. Mungkin sampai saat ini masih banyak pendapat
mengenai hal ini. Seperti kompleksitas, harmoni, banyaknya bentuk,
banyaknya warna, penipuan mata ( terkadang objek nirmana dwimatra
membuat seakan-akan bergerak padahal tidak ). Tapi kesemuanya berujung
pada bagaimana cara pandang kita atau cara pandang audience sendiri. Ini
lebih menuju pada unsur seni dan estetika seni rupa atau estetka desain
grafis.
Source: ahlidesain
No comments:
Post a Comment